+62 812 6052 6601 [email protected]

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login
+62 812 6052 6601 [email protected]

Login

Sign Up

After creating an account, you'll be able to track your payment status, track the confirmation and you can also rate the tour after you finished the tour.
Username*
Password*
Confirm Password*
First Name*
Last Name*
Email*
Phone*
Country*
* Creating an account means you're okay with our Terms of Service and Privacy Statement.

Already a member?

Login

Danau Toba Wisata Populer di Sumatera Utara

Danau Toba Wisata Populer di Sumatera Utara sebuah ungkapan yang cocok disematkan kepada danau ini karena kaya akan keindahan alam dan budayanya yang begitu mempesona serta pulau Samosir yang berada ditengah-tengah danau.

Sekilas Tentang Danau Toba

Danau Toba merupakan sebuah danau terbesar di Indonesia dan merupakan danau vulkanik terbesar di dunia dengan memiliki lebar 30 kilometer dengan panjang 100 kilometer serta kedalaman 505 meter. Danau ini masuk didalam kaldera gunung merapi super yang terbentuk pada 69.000-77.000 ribu tahun lalu akibat dari letusan gunung Toba yang maha dahsyat.

Danau Toba Wisata Populer di Sumatera Utara

Keindahan alam hasil dari letusan gunung Toba yang juga merupakan sebuah danau terbesar di Indonesia serta danau vulkanik terbesar di dunia kini menjadi sebuah tujuan wisata favorit bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Disini banyak kegiatan yang dapat dilakukan seperti wisata air, wisata budaya dan sejarah, wisata religi dan wisata lainnya.

Danau Toba sendiri dikelilingi oleh 7 (tujuh) Kabupaten yaitu :

  1. Kabupaten Simalungun
  2. Kabupaten Samosir
  3. Kabupaten Tobasa
  4. Kabupaten Tapanuli Utara
  5. Kabupaten Humbang Hansudutan
  6. Kabupaten Dairi
  7. Kabupaten Karo

Situs Geologi Geopark Kaldera Toba

Mengacu pada kajian dan penelitian tentang Kaldera Toba, sebaran dan identifikasi singakapan batuan, situs-situs geologi Kaldera Toba dikelompokkan menjadi 4 (empat) Geoarea dengan mempertimbangkan kondisi geografisnya, yaitu Kaldera Porsea, Kaldera Haranggaol, Kaldera Sibandang dan Geoarea Pulau Samosir.

  1. Geopark Kaldera Porsea

    Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi pertama (900.000 tahun yang lalu) yang mencakup kawasan seluas 1.220 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Toba Samosir dan Tapanuli Utara.Di dalam kawasan ini terdapat situs-situs geologi yang berkaitan dengan jejak proses runtuhan Kaldera Porsea, yang ditandai oleh terdapatnya batuan dasar, baik yang berumur Paleozoik (meta-sedimen ‘pebbly mud-stone’, yang berada di komplek Taman Eden) maupun Mesozoikum (batu gamping, yang berada di Sibaganding), dan produk erupsi kaldera (OTT dan YTT) serta struktur geologi yang berhubungan dengan kaldera runtuhan (blok Uluan, dan lain-lain).

    Taman Eden Parapat

    Panorama bentang alam satuan batu gamping formasi Sibaganding yang berumur Mesozoik, terletak di tepi timur Danau Toba tepatnya pada ruas jalan lintas Parapat – Medan, tersusun oleh batu gamping packstone, glokonitik grainstone, perselingan batu lumpur – batu pasir dan konglomerat (kiri), dan karstifikasi dari batu gamping yang teramati dari arah Danau Toba yang dikenal sebagai ‘batu gantung’.

  2. Geoarea Kaldera Haranggaol

    Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi kedua (450.000 tahun yang lalu), mencakup kawasan seluas 585,6 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Simalungun, Karo dan Dairi.

    Pada geoarea ini tersingkap satuan endapan ignimbrit dari satuan Tuff Toba Menengah (MTT), Tuff Dasitik Haranggaol (HDT), dan Tuff TobaTermuda (YTT), sedangkan singkapan Tuff Toba Tertua tidak dijumpai. Beberapa kerucut vulkanik pasca erupsi kaldera terdapat di kawasan ini, antara lain Gunung Sipisopiso (Gunung Tanduk Banua) dan Gunung Singgalang. Bongkah batu apung berdiameter lebih dari 40 cm di jumpai di Kawasan Tiga Runggu dalam endapatan Tuff Toba Termuda (YTT).

    Sipiso piso

    Panorama bentang alam yang dapat dilihat dari beberapa tempat di kawasan ini memberi nuansa keindahan yang berbeda dari sudut pandang di tempat lain.

  3. Geoarea Kaldera Sibandang

    Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Kaldera Toba generasi ketiga (74.000 tahun yang lalu) atau yang di kenal juga sebagai erupsi ‘super volcano’, mencakup kawasan seluas 497 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Pada Geoarea ini terdapat sekuen endapan Tuff Toba Termuda (YTT) mulai dari endapan abu final yang menyelimuti dataran tinggi (plateau) yang mengalami ubahan hidrotermal, endapan ignimbrite baik yang tidak terlaskan hingga yang terlaskan. Formasi batuan dasar yang terdiri dari batu pasir meta, batu gamping dan breksi Vulkanik Tersier yang jarang di jumpai di Kawasan Kaldera Toba.

    Pulau Sibandang

    Panorama bentang alam yang dapat di lihat dari beberapa tempat di kawasan ini memberi nuansa keindahan yang berbeda dari sudut pandang di tempat lain.

  4. Geoarea “Resurgent Doming” Samosir

    Geoarea Samosir merupakan bagian dari Kaldera Toba yang memperlihatkan sekuen geologi yang fenomenal terutama yang berkaitan dengan jejak-jejak terjadinya erupsi kaldera “supervolcano”, terbentuknya Kaldera Toba, terbongkarnya batuan dasar dan proses terbentuknya Pulau Samosir dari pengangkatan dasar danau (Kaldera) Toba (Resurgent Doming), sampai dengan proses-proses geologi yang masih berlangsung hingga saat ini sebagai aktivitas vulkanik pasca kaldera (ubahan hidrotermal).

    Dinamika bumi kawasan ini terekam dengan baik melalui panorama bentang alam yang sangat indah dan langka (unik), singkapan-singkapan struktur geologi, stratigrafi dan juga variasi jenis batuan yang berkaitan dengan proses geo – vulkanologi tersebut di atas dapat teramati dengan baik dan jelas, sehingga pantas untuk dijadikan kawasan yang bernilai Warisan Geologi (Geoheritage). Daerah ini merupakan bagian dari jejak pembentukan Pulau Samosir dari dasar danau yang terjadi sejak 33.000 tahun yang lalu, mencakup kawasan seluas 1.481 km2 yang merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Toba Samosir.

    Pulau Samosir

    Geoarea Samosir dapat dikelompokkan dalam sekuen-sekuen geo – vulkanologi produk erupsi kaldera super vulcano Toba, terbentuknya Kaldera Toba (collpasecaldera), batuan dasar gunung api Toba, terbentuknya Pulau Samosir dan proses geologi yang menyertainya.

    Keterdapatan seri endapan sedimen danau dengan ketebalan hingga puluhan meter yang menempati hampir dua pertiga permukaan Pulau Samosir, mencirikan bahwa daerah ini sebelumnya merupakan dasar danau yang kemudian terangkat kepermukaan. Konsep geo-volkanologi fenomena ini dikenal sebagai manifestasi dari “resurgent doming”, yaitu suatu pengangkatan dasar kawah atau kaldera sebagai akibat dari desakan magma dalam proses pencapaian kesetimbangan baru pasca erupsi. Endapan danau yang terdapat di Pulau Samosir umumnya tersusun oleh runtuhan atau rombakan batuan vulkanik yang berlapis baik, disertai oleh keterdapatan fragmen-fragmen batuan dasar yang terdiri dari batuan meta – sedimen, pluton dan vulkanik yang terbongkar akibat erupsi kaldera atau “super volcano” yang terjadi 74.000 tahun yang lalu.

    Pada bagian-bagian tertentu dari susunan endapan ini, terutama yang berasosiasi dengan endapan abu vulkanik (tuff) yang sangat halus, dijumpai endapan yang mengandung fosil ganggang (diatom) dan kadang-kadang ditemukan juga fosil daun yang tersisip diantaranya, sebaran endapan mini cukup luas, sehingga dengan mudah dikenali, atau dikenal dengan sebutan “tanah diatom”. Keterdapatan fosil ganggang dalam endapan yang cukup tebal (> 2 meter) seperti tersebut diatas, mengindikasikan bahwa kualitas lingkungan dan juga air yang terdapat dalam Danau Toba adalah sangat sesuai dengan pertumbuhan ganggang tersebut pada masa lalu.

    Terdapat beberapa sekuen endapan danau yang dapat diikuti dengan baik, dengan urutan sebagai berikut: endapan runtuhan (debris), breksi volkanik dan konglomerat, ditutupi oleh pasir tufaan berlapis tipis (laminar) dan lumpur dengan tebal lebih dari 30 meter, lempung / tanah diatom, diatomit yang hampir murni.

Konservasi

Konservasi, secara harfiah berasal dari bahasa Ing­gris, conversation yang arti­nya pelestarian atau perlin­dungan. Menurut KBBI, kata konservasi diartikan sebagai pemeliharaan dan perlin­dung­an sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan, pengawetan, pelestarian. Sedangkan me­nurut ilmu lingkungan, konservasi adalah upaya efisiensi dari penggunaan energi, produksi, transmisi, atau distribusi yang berakibat pada pengurangan konsumsi energi.

Salah satu kawasan yang kini menjadi salah satu pusat perhatian pemerintah pusat adalah kawasan Danau Toba. Adanya keinginan keras dari Pemerintah Pusat menggenjot sektor pariwisata di kawasan Danau Toba, menjadikan kawasan ini wajib dan harus dikonservasi. Sering terjadinya kebakaran hutan, penggundulan hutan secara sengaja, atau pencemaran air Danau Toba, menjadikan pemerintah bertekad untuk segera melakukan konservasi di dalam kawasan ini sehingga layak menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) andalan Indonesia setelah Bali dan Lombok.

Ekosistem kawasan Danau Toba memiliki nilai ekologi, sosial-budaya, dan ekonomi bagi kehidupan manusia, serta memiliki keterkaitan eko­logis yang tidak terpisahkan dengan ekosistem kawasan sekitarnya. Sungai Asahan sebagai penyumbang terbesar debit air bagi Danau Toba, belakangan ini mengalami berbagai tekanan, baik yang disebabkan oleh faktor alamiah maupun yang disebabkan oleh beragam aktivitas manusia yang kurang mengindahkan prinsip-prinsip kelestarian ekosistem.

Warisan Budaya

Seiring dengan perjalanan panjangnya, geopark Kaldera Toba yang merupakan hasil dari peritiwa letusan Gunung Toba pada akhirnya turut membentuk suatu budaya yang tertatan secara alamiah dan turun temurun. Budaya yang dihasilkan merupakan budaya yang dihasilkan oleh manusia modern dimasa lalu dan budaya masa lalu yang ditatan oleh manusia sebelumnya sebagai manusia prasejarah.

Dengan mengenal tentang artinya pelestarian harta yang tak terhingga ini penulis berharap Danau Toba wisata populer di Sumatera Utara ini dapat terus dijaga keasriannya untuk masa depan anak cucu kita.

Leave a Reply